Tampilkan postingan dengan label kecil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kecil. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Desember 2014

SOLO, WE'RE COMIN' -Hari 1 Munas FULDFK

Solo we're coming! -di pesawat iseng nulis pake mayonaise :3

LANDED!
Jam 1 lewat dikit akhirnya gue dan Kak Bel, sampe ke bandara Adi Sumarmo. Dimana tuh? Soloooo alias Surakarta.
Ngapain ke Solo? Ikutan Musyawarah Nasional-nya Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakuktas Kedokteran (FULDFK) yang tahun ini diadakan di Universitas Negeri Surakarta (UNS).

Jumat, 21 November 2014

Ada Apa dengan Ujian (AADU)

Assalamu'alaikummmm..
Long time no seeee :D *dadah-dadah ke kamera*



November will be end. Ga kerasa cepet banget waktu berlalu.. postingan terakhir itu adalah.. bulan kemaren. Udah lama banget. Ya biasa deh abisan suka sok sibuk gitu _._ jadi saat paling tenang buat nulis adalah.. saat-saat setelah ujian blok kayak gini u.u

Jumat, 31 Oktober 2014

Alumi goes to KINDERGARTEN

Pernah berkunjung ke tempat yang sudah hampir 15 tahun tak pernah dikunjungi?
Pernah terbayang, akan kembali datang ke Taman Kanak-Kanak tempat kita dulu menuntut ilmu, tapi dengan status dan kondisi yang jauh berbeda?
Ah, kalau kau tahu.. rasanya.. bahagia dan haru yang tak tertahankan. Harunya tuh, di sini *tunjuk hepar*
***
Adalah Community Visit yang memaksa gue untuk mengorek kembali kenangan masa kecil itu. Waaaa.. terlalu indah untuk dilupakan.
***

Kamis, 30 Oktober 2014

Kita dan Ovum


“Menjadi wanita adalah seperti ovum. Ia-nya memiliki  perlindungan yang berlapis-lapis. Terjaga”  
Memang, terkadang kita dapat mengambil pelajaran pada sesuatu yang ternyata amat dekat dengan diri kita.
***
Lihat, betapa 'tebal' nya lapisan ysang mengelilingi sel ovum? Lapisan yang tak goyah meski jutaan sperma menghampiri


Jumat, 15 Agustus 2014

The Real 'Kantor Pengadilan'

Seharian kemarin ternyata gue harus nyangkut ikutan ke sana-ke mari, ngikutin om dan mak cut (Tante) gue, gegara gue memutuskan untuk ikut naik mobil mereka, ga pergi sendiri naik motor ke pengadilan tadi pagi. Seharian gue udah sampe ke Ulee Kareng, trus ke Pante Riek, lurus lagi ke toko Mak Nda (tante) gue di Pagar Air, ke kantor Taspen yang depan kantor walikota, ke Pasar Aceh lagi gegara Mak  cut gue nyari sepatu, ke rumah Yah wa (om) di Lampaloh, terakhir makan ikan bakar di pinggiran sungai Lamnyong. Huft lelah juga tapi, dari siang rasanya aer wudhu pengen ditelan aja, hoho becanda, batal dong entar -.-
***
"Kak iwa, ikut yuk ke pengadilan,

Minggu, 10 Agustus 2014

Tugu dan Musholla

Duduk di teras rumah amat menyenangkan. Menyenangkan ditemani oleh suara merdu Syaikh Sudays melantunkan surat Asy-Syura yang entah sudah berapa puluh kali diulang sejak semalam (berharap dapat otomatis termurojaah). Menyenangkan dapat dapat langsung memandang tugu Darussalam yang berdiri kokoh entah sudah berapa puluh tahun lamanya. Memandang mushola yang juga letaknya tepat di depan rumah, mushola yang sudah jauh lebih bagus dan lebih luas daripada belasan tahun yang lalu.
Padahal sudah setahun, tapi bayang-bayang nostalgia selalu saja hadir ketika melihat dua bangunan itu.

Selasa, 15 Juli 2014

SATU TAHUN

14 juli, ada apa, ya?
Coba liat kalender? Tanggalnya masih warna hitam.
Sodara lo ulang tahun? Kagak ada yang ulang tahun.
Ada buka bareng di kampus? Engga.
Jadi?
Engga ada apa-apa sih. 14 Juli adalah hari pertama dimana si hilwa menginjakan kaki di Banda Aceh sebagai mahasiswa baru di FK Unsyiah, adalah hari pertama si hilwa merantau ke kampungnya sendiri. Setahun yang lalu, pada tanggal yang sama, gue dan faza beserta umminya datang ke Banda Aceh untuk registrasi mahasiswa baru. Dan tahun ini, pada tanggal yang sama, gue lagi mau packing buat pulang ke Jakarta besok sore, ga kerasa gue telah melawati masa-masa tahun pertama menjadi mahasiswa sekaligus tahun pertama merantau ke kampung sendiri.

Gimana ya rasanya?

Senin, 14 Juli 2014

Cerita Lagi

"huft, lampu teras udah mati aja, pagar juga udah dikunci. emang jam berapa sih ini?" gue ngeliat jam di tangan kiri gue. "pantesan.. udah jam sepuluh". Ogah-ogahan gue buka pintu pagar, dan gue kunci lagi.

Di teras rumah,dua sepeda sepupu gue menghalangi gue yang mau masukin motor. Hap, oke sepeda gue pinggirin. Dan.. eh, pintunya udah dikunci. Pintu yang satu lagi, dikunci juga. Terpaksa gue harus ngetok rumah paman gue, gak jauh, muter ke samping dikit. Tapi, lampu rumah dan kamarnya semua mati. Oke, jadi dari mana gue bisa masuk ke rumah?. Untungnya di saat genting seperti ini, ternyata lampu kamar si abi masih nyala. Gue manggil-manggil abi dari jendela. Huft untungnya abi belum tidur.
Pintu rumah di buka, dan motor bisa diparkir dengan cantik pas di depan pintu kamar gue.
Huahh.. rasanya pengen langsung tepar ngeliat kasur yang udah ngedip-ngedip ga jelas. Tapi.. tidak! Gue harus ke dapur, nge-cek makanan buat sahur besok kalo kejadian saat sahur pertama ga mau terulang.

Minggu, 29 Juni 2014

Namanya Tami

Namanya Tami, lengkapnya Nurul Utami.
Perawakannya kecil, tapi masih lebih tinggi daripada saya. Kulitnya putih, pipinya embem dan kalau udah ketawa, merahlah seluruh pipi dan wajahnya.
Namanya Tami, kami memanggilnya "Temi"
Pertama kali mengenalnya